Tresno Jamu Indonesia menghadiri Deklarasi Gerakan Herbal dan Rempah Indonesia yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia. Acara ini mempertemukan pelaku industri herbal, juga memperkuat kolaborasi antara petani, akademisi, dan pemerintah.

Lebih lanjut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, turut hadir dan menyampaikan arah strategis pengembangan sektor herbal dan rempah nasional.

Rangkaian Kegiatan yang Kolaboratif

Pada awal acara, panitia menyampaikan sambutan dari berbagai pemangku kepentingan. Selanjutnya, tamu undangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Menko Pangan, Zulkifli Hasan mengunjungi kawasan integrated farming di Bumiku Bumimu Hijau Farm. Kunjungan ini, pada saat yang sama, menunjukkan praktik peternakan dan pertanian berkelanjutan yang terintegrasi

Kemudian, Mukit Hendrayatno menyampaikan pesan dan peran strategis herbal dan rempah di tingkat global. Setelah itu, forum berlanjut dengan dialog antara petani dan pemerintah. Melalui diskusi ini, para peserta membahas tantangan sekaligus peluang di lapangan. Pada akhirnya, acara ini juga menghasilkan sejumlah inisiasi untuk memperkuat ekosistem herbal nasional.

Herbal sebagai Upaya Dekolonialisasi

Orasi ilmiah dari pihak akademisi menyatakan bahwa pengembangan herbal bukan sekadar aktivitas ekonomi. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai bagian dari upaya dekolonialisasi. Sejak dahulu, rempah Indonesia telah menarik perhatian dunia dan, oleh karena itu, menjadi alasan eksploitasi sumber daya alam.

Kini, pelaku industri dan komunitas memiliki peluang untuk mengelola kekayaan tersebut secara mandiri. Dengan demikian, melalui PPJAI, lebih dari 20.000 sumber daya manusia terlibat dalam pengembangan sektor ini.

Mendorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan

Di sisi lain, PPJAI mengembangkan berbagai komoditas seperti rempah, susu, dan olahan pangan. Produk-produk ini, pada gilirannya, berpotensi meningkatkan ketersediaan makanan sehat di Indonesia.

Selain itu, Menko Pangan menyatakan program ini membuka peluang ekonomi bagi petani, pelaut, dan kelompok rentan. Oleh sebab itu, kolaborasi dengan pemerintah menjadi faktor penting. Sinergi ini, pada akhirnya, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Transformasi Menuju Inovatisme

Lebih jauh lagi, forum ini menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam mengelola sumber daya alam. Jika sebelumnya pendekatan yang digunakan bersifat ekstraktif, maka kini pelaku industri perlu beralih ke inovasi yang berkelanjutan.

Untuk itu, PPJAI mendorong transformasi melalui riset, pengolahan, dan pengembangan produk herbal. Dengan pendekatan ini, pelaku industri tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.

Komitmen Tresno Jamu Indonesia

Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, Tresno Jamu Indonesia terus memperkuat perannya dalam industri herbal nasional. Selain membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, perusahaan juga berkomitmen menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Dengan demikian, Tresno Jamu Indonesia percaya bahwa kekayaan herbal Indonesia dapat menjadi fondasi bagi kesehatan masyarakat sekaligus kemandirian pangan bangsa.